Mengenal Bapukung, Cara Menidurkan Bayi Suku Banjar dan Dayak


Mempunyai anak bayi itu susah-susah gampang. Tapi yang paling sulit adalah saat bayi rewel ingin tidur, tapi tidak bisa cepat tidur. Tangan dan pundak sampai capek menggendong, tapi si bayi masih belum juga tertidur. Padahal kita ingin melakukan pekerjaan lain, yang belum sempat kita kerjakan. Belum lagi saat baru tertidur, begitu kita tinggal eh malah si bayi bangun lagi. Aduh...

Tahukah anda, ternyata suku Banjar dan Dayak tidak pernah merasa kerepotan saat menidurkan anak-anak bayi mereka. Suku asli Kalimantan ini punya cara menidurkan bayi yang unik dan dipercaya mampu membuat bayi tertidur lebih lama. Ya, bapukung sebutannya. Bapukung berasal dari kata pukung, artinya adalah posisi duduk dan leher diikat dengan kaki diatur seperti posisi bayi saat berada dalam kandungan.

Sampai saat ini, belum jelas siapa pihak yang memperkenalkan cara menidurkan bayi yang unik ini kepada suku Banjar dan Dayak. Belum jelas juga siapakah suku yang pertama kali menyebarkan bapukung, apakah suku Suku Banjar ataukah suku Dayak? Yang pasti, masyarakat dari kedua suku itu telah menerapkan cara menidurkan bayi bapukung sebagaimana diajarkan nenek moyang mereka ribuan tahun lalu, terhadap anak-anak mereka.

Mengenal Bapukung, Cara Menidurkan Bayi Suku Banjar dan Dayak

Dengan dibapukung, bayi akan tertidur lebih lama sehingga sang ibu bisa menyelesaikan semua pekerjaan rumah tangga. Bayi akan merasa lebih hangat dan nyaman, bagaikan berada dalam rahim sang ibu. Juga tidak akan mudah terbangun karena terkejut saat mendengar suara keras.

Sambil mengayun bayi yang dibapukung, sang ibu biasanya melantunkan lagu pengantar tidur, dongeng, atau berdzikir dan membacakan shalawat Nabi (bagi yang beragama Islam). Semua itu dilakukan dengan harapan agar si bayi kelak menjadi anak berbudi, patuh pada orangtua dan bersikap baik terhadap sesama.

Cara membapukung:

  • Hanya bayi yang berusia 3 bulan sampai 1 tahun sajalah yang bisa dibapukung
  • Pertama-tama sang ibu harus menyiapkan buaian atau ayunan dari selendang atau kain yang cukup kuat dahulu
  • Ayunan ini bisa dikaitkan di bagian rumah yang kuat menahan beban berat tubuh bayi, namun cukup luas dan tidak menghalangi gerak maju mundur ayunan. Misalnya di bagian bawah kusen pintu ruangan yang ada di dalam rumah
  • Kemudian bayi dimasukkan dalam ayunan dengan posisi berbaring
  • Sambil menahan bayi dengan kedua lututnya, sang ibu mendudukkan bayi dalam ayunan, sementara kedua tangan bayi didekapkan di dadanya, dan kedua kakinya diluruskan.
  • Lalu sang ibu mengikat bayi dengan sebuah selendang lain, dimulai dari punggung hingga lehernya, sambil membetulkan posisi telinga bayi yang terlipat
  • Ikatan ini tidak terlalu kuat, dan bayi diusahakan tetap bisa bernafas seperti biasa. Ikatan ini bertujuan untuk membatasi gerak bayi sehingga dia tidak jatuh dari ayunan

Tidak semua ibu-ibu dari suku Banjar dan Dayak terampil dalam membapukung bayi. Hanya mereka yang masih memegang teguh budaya sajalah yang paham akan manfaat bapukung dan bisa membapukung bayinya dengan sempurna. Tradisi ini biasanya turun temurun dari keluarga.

Nah, itu tadi Mengenal Bapukung, Cara Menidurkan Bayi Suku Banjar dan Dayak. Mungkin ibu-ibu dirumah ada yang ingin mencobanya di rumah? Siapa tahu bayi anda menyukainya, dan tidurnya semakin nyenyak. Bayi yang cukup tidur akan memiliki perkembangan otak dan emosional yang lebih baik, seiring dengan bertambahnya usia.

Subscribe to receive free email updates:

loading...

0 Response to "Mengenal Bapukung, Cara Menidurkan Bayi Suku Banjar dan Dayak"

Poskan Komentar