Perhitungan Jodoh Menurut Islam dan Primbon Jawa


Sebelum menikah, biasanya di dalam keluarga atau para orang tua melakukan hitungan jodoh. Ada yang menghitung menurut Islam, dan juga ada yang menghitung menurut adat Jawa. Hitungan jodoh biasanya dilakukan untuk menentukan hari baik pernikahan, ramalan masa depan setelah menikah, melihat sifat atau watak calon mempelai, dan sebagainya.

Hitungan jodoh menurut Islam dan Primbon Jawa seringkali dibenturkan oleh dua kepentingan yang berbeda, yaitu umat muslim dan orang Jawa yang masih memegang teguh ajaran nenek moyangnya terkait dengan primbon ramalan jodoh berdasarkan neptu dan weton.

Di daerah Jawa, ternyata banyak umat muslim yang masih percaya primbon ramalan jodoh. Ada yang sangat yakin pada hitungan jodoh Jawa, sampai tidak jadi menikah walaupun saling mencintai, hanya karena hitungan hasilnya tidak baik atau buruk, sehingga dikhawatirkan keburukan akan terjadi pada masa yang akan datang.

Perhitungan Jodoh Menurut Islam dan Primbon Jawa

Perhitungan Jodoh Menurut Islam

Al-Qur'an dan Hadist sendiri menyarankan untuk memilih jodoh yang memenuhi kriteria bibit, bebet, bobot, dalam arti kualitas watak dan karakternya, serta bagaimana latar belakangnya. Oleh karena itu, banyak para ulama kemudian menyarankan untuk memperbaiki sikap, karakter, dan kepribadian yang baik sesuai tuntunan ajaran Islam agar jodohnya juga baik.

Dalam Islam sebelum menentukan untuk menikah, Allah SWT menyarankan untuk melakukan sholat istikharah agar diberikan petunjuk yang baik, apakah calon istri atau calon suami kita merupakan jodoh terbaik atau tidak. Allah SWT juga meminta kita untuk berdoa meminta jodoh sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an:

"Ya Allah, berikanlah kami anugerah istri dan keturunan kami sebagai penggembira hati, serta jadikanlah kami imam untuk orang-orang bertakwa" (QS.Al Furqon:74)

Perhitungan Jodoh Menurut Primbon Jawa

Menurut Jawa, apabila hitungan jodoh yang didasarkan pada neptu dan weton itu baik, maka para mempelai akan menjumpai kebahagiaan luar biasa pada masa yang akan datang hingga menjadi nenek kakek. Namun, jika neptu dan weton yang dihitung dengan pemjumlahan masing-masing ternyata hasilnya jelek, maka rumah tangga ke depan selalu kisruh, berantakan, bahkan dampak yang lebih mengerikan, akan menemui ajalnya mendahului takdir kematian yang ditetapkan Allah SWT.

Sampai saat ini, kepercayaan terhadap ramalan primbon perhitungan Jawa berdasarkan neptu dan weton masih sangat melekat dalam tradisi orang Jawa, meski mereka beragama Islam dan sepenuhnya percaya pada takdir Allah SWT. Sejumlah kalangan mempercayai bahwa hitungan jawa adalah ilmu yang didapatkan leluhur, untuk generasi anak cucu mereka.

Sejumlah ulama Islam ada juga yang melakukan kolaborasi antara ajaran Jawa dan Islam. Artinya, akan melakukan perhitungan sesuai dengan perpaduan Islam dan Jawa. Ini yang dinamakan sinkretisasi.

Demikianlah pembahasan Perhitungan Jodoh Menurut Islam dan Primbon Jawa. Semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan kita semua. Pada dasarnya jodoh itu di tangan Allah SWT, manusia hanya bisa berusaha dan berdoa, sementara Allah SWT yang menentukan jodoh kita.

Subscribe to receive free email updates:

loading...

0 Response to "Perhitungan Jodoh Menurut Islam dan Primbon Jawa"

Poskan Komentar