10 Falsafah Hidup Dari Jawa, Bantu Jalani Hidup Lebih Tenang


Menjalani hidup memang tidak mudah. Ada banyak cobaan yang terkadang membuat kita merasa begitu berat dalam menjalaninya. Sebesar apapun ujian dan cobaan hidup dari Allah SWT, maka akan lebih besar lagi nikmat yang di berikan kepada hamba-Nya.

Tidak ada seorang manusia pun yang tidak terlepas dari ujian dan cobaan hidup, walaupun berbeda-beda dan beragam macamnya. Semua yang kita jalani mengandung arti, dan pasti ada hikmahnya, tinggal bagaimana kita menyikapi dan menghadapinya.

Dalam proses kehidupan ini, ada hal yang penting yang harus di ketahui oleh setiap individu, yaitu adalah bagaimana menyikapi dan menjalani hidup itu dengan baik tanpa putus asa, dan jalani hidup ini apa adanya dengan penuh keyakinan, dengan niat, usaha, ikhtiar, dan tawakal.

Jangan takut jatuh, karena yang tidak pernah memanjat adalah yang tidak pernah jatuh. Jangan takut gagal, karena yang tidak pernah gagal hanyalah orang-orang yang tidak pernah melangkah. Jangan takut salah, karena dengan kesalahan kita dapat menambah pengetahuan untuk mencari jalan yang benar pada langkah kita selanjutnya. Apapun yang terjadi hari ini jangan putus asa, kemudahan selalu datang bersama kesulitan.

Sejak jaman dahulu kala, para leluhur selalu berusaha mengajarkan kita cara hidup yang baik, dan membuat kita lebih bijaksana dalam menghadapi setiap persoalan hidup. Masyarakat Jawa memiliki cara tersendiri untuk mengajarkan falsafah hidup, salah satunya adalah dengan menggunakan peribahasa yang bertujuan untuk menata hidup manusia.

10 Falsafah Hidup Dari Jawa, Bantu Jalani Hidup Lebih Tenang

Saat ini Falsafah Jawa sering dinilai sebagai hal yang kuno. Padahal jika kita mau berhenti sejenak dan meresapinya, maka kita akan lebih bijaksana dalam menjalani hidup. Berikut ini 10 Falsafah Jawa yang berkaitan dengan kehidupan:

1. Ojo kuminter mundak keblinger

Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah, dan jangan berbuat curang agar tidak celaka. Merasa bahwa diri sendiri pandai adalah hal yang baik, karena hal tersebut bisa meningkatkan rasa percaya diri. Tetapi kita harus ingat bahwa selalu ada orang yang lebih pandai dari kita, maka jangan pernah merasa bahwa diri sendiri paling pandai.

2. Ngluruk tanpa bala

Berjuang atau menyerang tanpa pasukan. Namun bukan berarti kita harus berjuang sendirian, melainkan mengajarkan untuk menjadi orang yang tidak mudah ikut-ikutan atau terhasut, serta berani bertanggung jawab dengan masalah yang terjadi.

3. Menang tanpa ngasorake

Artinya adalah menang tanpa merendahkan. Tujuan yang kita inginkan haruslah dilakukan tanpa merendahkan atau mempermalukan orang lain.

4. Digdaya tanpa aji

Kekuasaan tanpa kekuatan. Tidak menciptakan kekuasaan karena harta, kekuatan, atau pengaruh keturunan. Sesungguhnya, kekuasaan bisa tercipta dari wibawa, citra, perkataan, dan perilaku yang membuat orang lain menghargainya.

5. Sugih tanpa bandha

Artinya adalah kaya tanpa harta. Kekayaan bukanlah tolak ukur yang utama. Kaya yang dituju bukanlah mengumpulkan uang atau harta, tetapi dengan membuat hubungan baik dengan setiap orang.

6. Urip iku urup

Hidup itu menyala. Seperti nyala api yang berkobar, hendaknya kita juga menjalani hidup dengan berkobar dan penuh semangat, dan bisa memberi manfaat bagi orang-orang di sekitar kita. Hidup bukan tentang diri sendiri, tetapi juga tentang orang-orang di sekitar kita. Semua pihak sama-sama mendapatkan manfaat. Begitulah selayaknya kita menjalani hidup, yaitu dengan saling memberi manfaat pada orang lain.

7. Sura dira jaya jayadiningrat, lebur dening pangastuti

Segala macam bentuk kemungkaran atau kejahatan dapat dikalahkan oleh kelembutan hati. Sikap pasrah dan taat pada Allah SWT. Segala macam kejahatan bisa dikalahkan atau diatasi bukan dengan melakukan hal yang sama atau balas dendam, melainkan dengan sikap pasrah dan taat kepada Allah SWT.

8. Ojo gumunan lan kagetan

Jangan mudah terheran-heran dan jangan mudah kaget. Kalimat ini punya makna bahwa kita diajak untuk tidak mudah kaget, heran, atau terpana, sehingga menjadi suka menyanjung seseorang. Maksudnya adalah karena kita juga bisa meraih apa yang menjadi kesuksesan seseorang jika kita mau berusaha. Selain itu, satu-satunya yang pantas disanjung dan dipuji hanyalah Allah SWT.

9. Ojo getunan lan aleman

Jangan gampang terlalu menyesali keadaan dan mudah ngambek atau manja. Maksud dari ungkapan ini adalah mengajak kita agar tidak berlarut-larut menyesali keadaan. Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahaan dan mengalami kegagalan, jadi jangan manja dan segeralah bangkit untuk memperbaiki keadaan.

10. Ojo cidra mundak cilaka

Jangan pernah melakukan kecurangan saat kita ingin meraih sesuatu. Kecurangan mungkin bisa membuat meraih kesuksesan, tetapi itu tidak akan bertahan lama karena pada akhirnya kecurangan hanya membawa celaka. Dengan berbuat curang, maka itu artinya kita mempertaruhkan reputasi dan kesuksesan yang sudah kita miliki.

Nah itu tadi 10 Falsafah Hidup Dari Jawa, yang bisa membantu kita dalam menjalani hidup ini dengan lebih tenang. Falsafah Jawa sebenarnya mengajarkan hal-hal yang baik dalam kehidupan manusia. Sayangnya banyak orang kini justru menganggap falsafah tersebut ketinggalan jaman.

Subscribe to receive free email updates:

loading...

0 Response to "10 Falsafah Hidup Dari Jawa, Bantu Jalani Hidup Lebih Tenang"

Poskan Komentar