8 Cara Tidur Nabi Muhammad SAW, Yang Diakui Ilmuwan Masa Kini


Tidur merupakan suatu kondisi istirahat alami yang dialami oleh manusia yang sangat penting untuk kesehatan. Manusia membutuhkan waktu tidur kurang lebih 6 sampai 8 jam sehari. Jika tubuh lelah maka kita akan merasa mengantuk, sehingga memaksa tubuh kita untuk beristirahat secara fisik dan mental.

Dengan waktu tidur yang cukup maka kita akan merasa segar bugar ketika bangun pagi dan siap melakukan berbagai aktifitas sepanjang hari. Orang yang tidur selama 6,5 sampai 7,5 jam dalam sehari, akan memiliki hidup yang lebih panjang dari pada yang tidurnya hanya tidur kurang dari 6,5 jam atau lebih dari 8 jam perhari.

Tidur bukan sekedar memejamkan mata, terkadang raga kita terlelap, namun tidak jarang proses istirahat kita tidak berkualitas. Sehingga ketika bangun, bukannya malah kembali segar tetapi justru badan kita lebih lemas.

Nabi Muhammad SAW merupakan Nabi yang patut diteladani termasuk dalam masalah tidur. Nabi ternyata memiliki cara tidur sehat yang memiliki dampak bagus untuk kesehatan, setelah diteliti oleh ilmuan masa kini. Berikut ini 8 Cara Tidur Nabi Muhammad SAW, Yang Diakui Ilmuwan Masa Kini:

8 Cara Tidur Nabi Muhammad SAW, Yang Diakui Ilmuwan Masa Kini

1. Tidur dalam keadaan gelap

Nabi Muhammad SAW selalu tidur dalam keadaan gelap. Kondisi gelap saat tidur, menghindarkan pandangan setan yang berkeliaran saat gelap.

"Padamkanlah lampu saat akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman" (HR.Muttafaq'alaih).

Seorang ahli Biologi Joan Roberts menemukan fakta, bahwa ada hubungan antara kekebalan tubuh dan kondisi terang saat tidur. Orang yang menyalakan lampu sepanjang malam saat tidur, mengalami penurunan kadar hormon melatonin yang berperan dalam mendorong aktifitas antioksidan secara optimal. Selain itu terjadi  penurunan daya tahan tubuh sehingga rentan terhadap penyakit.

Dalam jurnal Cancer Genetics and Cytogenetics tertulis, jika penerangan yang menggunakan cahaya buatan akan berdampak pada jam biologis tubuh dan dapat menjadi pemicu ekspresi berlebihan dari sel-sel yang dikaitkan dengan pembentukan sel kanker.

2. Tidur dengan menghadap ke kanan

Nabi Muhammad SAW tidur dengan menghadap ke arah kanan.

Dalam HR. Al-Bukhari no.247 dan Muslim no.2710, Nabi Mengatakan agar "Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu".

Hasil penelitian dalam Journal of American College of Cardiologi menemukan fakta, bahwa posisi tidur dengan miring ke kanan dapat mengurangi risiko kegagalan fungsi jantung. Hal ini disebabkan karena posisi tidur ke kakanan membuat jantung yang berada di bagian kiri tidak tertindih oleh organ yang lainnya. Tidak hanya bermanfaat untuk jantung, tidur miring ke kanan juga bermanfaat untuk organ lainnya seperti otak, lambung, empedu, dan banyak organ lainnya.

3. Tidak tidur telungkup

Nabi Muhammad SAW pernah menghampiri seorang pria yang tidur dalam posisi telungkup di dalam Masjid. Nabi membangunkannya dan berkata, "bangkitlah engkau atau duduklah sesungguhnya tidurmu itu adalah tidur dalam neraka jahanan" (H.R.Ibnu Majah).

Kajian medis di era modern menemukan bahwa tidur dengan posisi telungkup bisa menyebabkan terjadinya kekurangan asupan oksigen yang dapat mempengaruhi kinerja jantung dan otak. Hal ini tentu berbahaya bagi tubuh karena dua organ tersebut memiliki fungsi yang sangat vital.

Seseorang yang tidur dengan cara tengkurap di atas perutnya setelah suatu periode tertentu akan mengalami kesulitan bernafas karena seluruh berat badannya akan menekan ke arah dada yang menghalangi dada untuk merenggang dan berkonstraksi saat bernafas. Hal ini juga dapat menyebabkan terjadinya kekurangan asupan oksigen yang dapat mempengaruhi kinerja jantung dan otak.

4. Tidak tidur terlentang

Nabi Muhammad SAW melarang umatnya untuk berlama-lama tidur terlentang. Setelah dikaji secara media, ternyata tidur deng posisi ini  menekan atau menyesakkan tulang punggung, bahkan kadangkala bisa menyebabkan kita ingin ke toilet atau WC.

Menurut penelitian Dr. Zafir al-Attar, seseorang yang tidur dengan cara terlentang akan menyebabkan seseorang bernafas melalui mulutnya. Padahal manusia harusnya bernafas melalui hidung, bukan mulut. Hal ini dikarenakan pada hidung terdapat bulu-bulu halus dan lendir yang dapat menyaring kotoran yang ikut terhisap bersama udara yang kita hirup.

Bernafas melalui mulut merupakan salah satu penyebab seseorang rawan terkena flu. Selain itu bernafas lewat mulut akan menyebabkan keringnya rongga mulut sehingga dapat menyebabkan terjadinya peradangan pada gusi.

5. Meluruskan punggung dan sedikit menekuk kaki

Nabi Muhammad SAW tidur dengan meluruskan tulang punggungnya, hal ini bertujuan agar organ-organ yang lain terasa rileks, sehingga dapat memperlancar peredaran darah. Nabi juga menekuk sedikit kakinya, hal ini bertujuan untuk mengendurkan otot-otot perut. Menekuk kaki sedikit pada saat tidur dapat menolong organ-organ dan otot-otot perut untuk relaksasi lebih sempurna, sehingga tidur lebih nyaman.

6. Tidur beralaskan tangan

Nabi Muhammad SAW lebih senang tidur dengan beralaskan tikar yang terbuat dari dari kulit binatang yang diisi dengan sabut. Posisi tubuhnya jika tidur menghadap ke arah kanan dan tidak pernah bertelungkup. Kepalanya diberi alas sebagai bantal. Namun kadang-kadang menggunakan salah satu tangannya yang diletakkan di bawah pipinya.

Ternyata tidur beralaskan tangan, akan membuat posisi kepala, leher, dan punggung, tercipta garis lurus. Leher yang tidak lurus pada saat tidur dapat menyebabkan sakit leher pada saat bangun, atau biasa disebut tengengen, sehingga mengganggu aktifitas.

7. Tidur selepas shalat Isya

Nabi Muhammad SAW menganjurkan, agar secepatnya tidur setelah Isya jika tidak ada urusan lain. Jika dikaji dari segi kesehatan, malam adalah ekskresi hati dalam menetralkan racun, sehingga perlu keadaan yang tenang. Namun apabila kita begadang maka sekresi ini tidak berjalan lancar, sehingga dalam kurun waktu yang panjang dapat menyebabkan penyakit kanker hati.

8. Tidur dengan mengibaskan tempat tidur.

Nabi Muhammad SAW selalu mengibaskan tempat tidurnya sebelum menjelang tidur sambil bertaawudz. Kebiasaan ini dilakukan untuk mengusir setan atau jin yang tidur ditempat kita. Jika dikaji secara medis, kegiatan ini bisa membersihkan tempat tidur dari kotoran-kotoran yang bisa saja menyebabkan terjadinya penyakit.

Baca Juga ------------ Tidur Terlalu Lama Bahaya Untuk Kesehatan --------------

Demikianlah 8 Cara Tidur Nabi Muhammad SAW, Yang Diakui Ilmuwan Masa Kini. Semoga informasi di atas membawa manfaat untuk kita semua. Amalan yang dijalankan Nabi Muhammad SAW sebenarnya hal terbaik yang dicontohkan untuk umat. Sehingga apa yang dilakukannya, sudah sebaiknya menjadi teladan.

Subscribe to receive free email updates:

loading...

0 Response to "8 Cara Tidur Nabi Muhammad SAW, Yang Diakui Ilmuwan Masa Kini"

Poskan Komentar