Inilah 13 Mitos Kecantikan Yang Salah, Tetapi Masih Dipercaya


Memiliki wajah cantik adalah idaman setiap wanita. Selalu ingin tampil cantik adalah hal yang lumrah bagi seorang wanita, salah satu dari fitrah wanita.

Sebuah fitrah yang tidak akan pernah hilang walau ditengah jaman, karena selalu saja ada fashion up to date yang mengiringi kehidupan wanita.

Di masyarakat, ada banyak mitos tentang kecantikan yang harus ditaati wanita. Tidak boleh ini, dilarang itu, harus begini, harus begitu, dan setumpuk mitos kecantikan turun temurun yang sebenarnya tidak benar, dan membahayakan kecantikan.

Mitos seputar kecantikan tersebut sampai saat ini masih dipercayai oleh masyarakat, terutama para wanita. Padahal penelitian sudah membuktikan bahwa mitos tersebut salah. Walaupun demikian, masih saja ada yang mempercayainya.

 Berikut ini 13 Mitos Kecantikan Yang Salah, Tetapi Masih Dipercaya:

Inilah 13 Mitos Kecantikan Yang Salah, Tetapi Masih Dipercaya

1. Pasta gigi dapat mengempeskan jerawat

Mitos ini salah, karena tidak ada bahan dalam pasta gigi yang dapat mengempeskan atau mengurangi radang pada jerawat. Jika kulit kamu sensitif, penggunaan pasta gigi pada jerawat justru bisa meninggalkan noda hitam.

2. Produk yang mengandung minyak bikin jerawatan

Produk kosmetik yang mengandung minyak, memang berpotensi menutup pori-pori dan menyebabkan jerawat. Tetapi ada juga minyak-minyak alami yang tidak bersifat menutup pori-pori, misalnya minyak kelapa, minyak argan, atau minyak lidah buaya, yang malah memberi nutrisi pada kulit.

3. Menyisir 100 kali setiap hari membuat rambut indah

Kebiasaan ini justru membuat helai rambut makin rapuh dan mudah patah, serta kulit kepala makin berminyak. Menyisir rambut seperlunya saja, dengan sisir bergigi jarang setelah keramas, dan sisir sesuai kebutuhan setelah rambut kering jika ingin memiliki rambut indah.

4. Mencukur rambut kaki dan tangan bisa membuat rambut tumbuh lebih lebat

Sebenarnya tidak ada efek dari mencukur rambut halus di permukaan tangan atau kaki. Rambut yang tumbuh setelah dicukur memang memberi efek tampak tebal, karena permukaan halus rambut terpangkas. Berbeda jika kamu melakukan waxing, rambut akan tumbuh kembali dengan ujung yang lebih halus.

5. Mencabut uban akan membuat rambut di sekitarnya beruban

Sebenarnya tidak ada hubungan antara uban yang dicabut, akan membuat rambut di sekitarnya tumbuh memutih. Jika kamu tidak suka rambut beruban yang dicabut, maka sebaiknya kamu melakukan pewarnaan rambut.

6. Memakai kutek mahal tidak membuat kuku kuning

Faktanya tergantung bagaimana tingkat sensitif kuku kamu. Kutek yang mahal sekalipun dapat membuat kuku kuning dan gampang patah. Untuk itu, sebaiknya lindungi dulu kuku kamu dengan base coat sebelum memakai kutek.

7. Menjilat bibir akan membuat bibir lembab

Menjilat bibir memang menimbulkan sensasi bibir lembab, tetapi hanya di awalnya saja. Setelah itu, air liur akan memberi efek kering di bibir dan membuat kondisi bibir makin parah. Air liur mengandung enzim pencernaan yang akan memberi efek bibir lebih kering.

8. Makan coklat bikin wajah jerawatan

Makan sebatang coklat tidak akan membuat wajah kamu berjerawat. Ada banyak penyebab timbulnya jerawat. Yang paling menonjol untuk masalah jerawat adalah berkaitan dengan hormon seseorang. Produksi minyak berlebih, adanya sel-sel kulit mati, dan bakteri, juga bisa menyebabkan timbulnya jerawat.

9. Makin tinggi SPF, makin tinggi proteksi yang diperoleh kulit

Jumlah SPF yang tertera pada sunscreen, hanya menunjukkan berapa lama seseorang akan terlindungi dari terpaan sinar matahari sebelum kulitnya terbakar. Jika hanya sekadar bepergian keluar, cukup kenakan sunscreen yang mengandung setidaknya SPF15, dan aplikasikan kembali setelah kurang lebih 6 jam.

10. Membasuh wajah dengan air dingin dapat memperkecil pori

Anggapan ini adalah salah, karena air dingin hanya mengembalikan pori kulit ke ukuran semula. Untuk memperkecil pori, rawat kulit menggunakan pembersih berkandungan lembut, dan melakukan proses eksfoliasi dengan produk yang mengandung alpha hydroxy acid atau salicylic acid setidaknya 1-3 kali dalam seminggu, untuk mengangkat sel kulit mati yang menumpuk dalam pori kulit.

11. Perawatan wajah yang baik harus terdiri dari tiga langkah

Menurut ahli dematolog, cukup bersihkan wajah dengan cleanser tanpa harus mengaplikasi toner. Cleanser yang berkualitas membantu membersihkan wajah hanya dengan air. Jika kamu lebih suka dengan perawatan tiga langkah, maka pilihlah toner yang baik yaitu yang berlabel anti iritasi serta bebas alkohol.

12. Kulit berminyak tidak memerlukan moisturizer

Tujuan utama moisturizer adalah untuk melembapkan kulit. Jadi meskipun kulit kamu berminyak, kamu tetap memerlukan nutrisi agar kulit tetap halus dan lembut. Hindari moisturizer bertekstur padat, pilih yang bertekstur ringan (lotion) dan terbuat dari bahan dasar air (water-based).

13. Ada kosmetik yang bisa membuat pori-pori yang lebih kecil

Ukuran pori adalah genetik, jadi walaupun ada ribuan produk yang mengklaim bisa mengecilkan ukuran pori-pori, mereka tidak bekerja untuk meminimalkan pori-pori secara permanen. Yang bisa mereka lakukan adalah sementara, membuat pori-pori muncul lebih kecil.

Nah, itu tadi 13 Mitos Kecantikan Yang Salah, Tetapi Masih Dipercaya hingga saati ini. Kecantikan yang hakiki sesungguhnya adalah kecantikan hati. Kecantikan fisik bisa luntur dengan berjalannya waktu, tetapi kecantikan hati akan selalu abadi sepanjang masa.

Subscribe to receive free email updates:

loading...

0 Response to "Inilah 13 Mitos Kecantikan Yang Salah, Tetapi Masih Dipercaya"

Poskan Komentar