4 Tipe Anak dalam Al-Qur’an


Anak adalah anugerah terindah bagi setiap orang tua. Kehadirannya yang selalu dinanti, tidak hanya menambah gelar kedua orang tua, dari yang semula hanya sebagai suami dan istri bagi pasangannya, menjadi ayah dan ibu bagi anak-anaknya.

Anak menjadi aset berharga dan tumpuan harapan di dunia dan akhir masa. Anak adalah anugerah sekaligus amanah yang diberikan Allah SWT kepada setiap orang tua.

Berbagai cara dan upaya dilakukan orang tua, agar dapat melihat anak-anaknya tumbuh dan berkembang sebagaimana mestinya. Namun seringkali harapan tidak sesuai dengan kenyataan, entah karena terhambatnya komunikasi, atau minimnya pengetahuan kita selaku orang tua, tentang bagaimana Islam memberikan tuntunan dan pedoman tentang mendidik seorang anak.

Seorang anak yang lahir ke dunia, memiliki karakter yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Keadaan pada diri mereka juga bisa beragam. Akan menjadi apa mereka ke depannya, itu orangtua yang harus membentuknya. Anak bisa tumbuh menjadi anak yang baik, penurut, cerdas, kritis, dan shalih. Namun anak juga bisa melawan pada orangtuanya, berucap tidak ahsan, dan perangai buruk lainnya.

Rasulullah SAW bersabda: “ Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fithrah, maka kedua orang tuanyalah yang membuat dia (memiliki karakter) yahudi, atau (memiliki karakter) nasrani atau (memiliki karakter) majusi” ( HR.Muslim ).


4 Tipe Anak dalam Al-Qur’an

Di dalam Islam sendiri, terdapat 4 Tipe Anak dalam Al-Qur’an:

1. Anak sebagai hiasan hidup dan penyejuk bagi orang tuanya

Akan sangat menyenangkan memiliki anak sehat lahiriyah dan batiniyah. Anak menjadi hiasan hidup yang sangat indah dipandang mata sekaligus penyejuk hati. Untuk itu orang tua harus cermat dan mengambil kendali utama menjadikan anak seperti yang diinginkan.

Menjadi putih, hitam, atau abu-abu jiwa dan kehidupan mereka, itu sebenarnya berkat didikan orang tua. Jika berhasil, maka orang tua akan menabung surga kelak saat mempunyai anak shalih yang pandai mendoakan orangtuanya.

Allah berfirman: “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)” (Qs. Ali Imron: 14).

2. Anak sebagai cobaan hidup

Kehadiran anak bisa menjadi cobaan hidup keluarganya. Bukan hanya karena cacat bawaan yang dideritanya, namun juga perlakuan anak  yang tidak menyenangkan, atau cenderung amoral. Hal ini akan menjadi cobaan hidup yang tidak ringan bagi orangtuanya.

Allah berfirman: “Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar” (Qs. Al Anfal: 28).

3. Anak yang lemah

Mempunyai keturunan anak yang lemah merupakan hal yang cukup menyedihkan. Lemah bisa berarti lemah tubuh atau akalnya, lemah dalam ilmu pengetahuan, lemah dalam wawasan hidup, lemah segi kemampuan fighting dalam menjalani kehidupan, lemah dalam segi akidah, dan lain sebagainya.

Allah berfirman: “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar” (Qs. An Nisa’: 9).

Oleh karena itu hendaknya orangtua membekali anaknya dengan sistem imun terbaik bagi tubuhnya, banyak wawasan pengetahuan dan kehidupan, kemampuan yang mumpuni, memantau perkembangan mentalnya, serta membekali akidah yang baik.

4. Anak sebagai musuh

Musuh dalam arti anak menjadi pembangkang, tidak menuruti nasihat orang tua dan petuah bijak orang-orang sekelilingnya, belajar menjadi pembohong, tidak malu lagi melakukan hal tercela dan maksiat, dan mulai melupakan untuk beribadah kepada Allah. Hal ini merupakan puncak kesedihan dan kegagalan pola asuh orang tua.

Allah berfirman: "Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (Qs At Taghabun: 14).

Demikianlah 4 Tipe Anak dalam Al-Qur’an. Sebenarnya apapun tipe anak, dia adalah lembaran putih, orangtualah yang sebenarnya memberi torehan istimewa pada lembaran putih anak. Dia akan menjadi Muslim, Nashrani, atau Yahudi adalah campur tangan orang tua. Maka jadilah orang tua terbaik dalam membentuk pribadi anak.

Baca juga ------- Cara Mendidik Anak Dalam Islam ------

Subscribe to receive free email updates:

loading...

0 Response to "4 Tipe Anak dalam Al-Qur’an"

Poskan Komentar