Menangis Itu Ibadah, Benarkah?


Semua praktek ibadah adalah benar, selama berdasarkan petunjuk Al Qur’an dan sunnah Nabi. Menangis juga termasuk ibadah, bila menangis yang terjadi semata-mata karena takut kepada Allah.

Orang yang tidak diragukan ketakwaan dan ketaatannya kepada Allah, senantiasa mudah meneteskan air mata ketika mendengar Allah berfiman. Terutama bila ayat yang dibacanya adalah yang berhubungan dengan teguran.

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال لما نزلت أ فمن هذا الحديث تعجبون وتضحكون ولا تبكون وأنتم سامدون بكى أصحاب الصفة حتى جرت دموعهم على خدودهم فلما سمع رسول الله صلى الله عليه وسلم حنينهم بكى معهم فبكينا ببكائه فقال صلى الله عليه وسلم لا يلج النار من بكى من خشية الله ولا يدخل الجنة مصر على معصية ولو لم تذنبوا لجاء الله بقوم يذنبون فيغفر لهم

Dari Abi Hurairah RA dia berkata: "ketika turun ayat afamin hadzal haditsi…… menangislah para shahabat (ahli shuffah) hingga mengalirlah air mata mereka membasahi pipi, dan ketika Rasulullah mendengar tangisan mereka, beliaupun menangis bersama mereka, maka kamipun menangis karena (terdorong oleh) tangisannya"

Dan Rasulullah bersabda: "tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Allah dan tidak akan masuk surga orang yang terus menerus berbuat dosa. Sekiranya kamu tidak berdosa pasti Allah akan mendatangkan orang-orang yang berdosa kemudian Dia mengampuni mereka"


Menangis Itu Ibadah, Benarkah?

Menangis karena takut neraka adalah akhlak Rasul dan para shahabat. Allah menyediakan ampunan bagi orang yang suka menangisi dosa. Bila tidak mau menangisi dosa, berarti sama dengan memeliharanya. Dan orang yang memelihara dosa tentu akan dijauhkan dari surga. Karena Allah sediakan surga bagi orang yang bertaubat. Orang yang tidak mau menangis di dunia akan menangis di akhirat.

عن عبد الله بن عمرو قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لو تعلمون ما أعلم لبكيتم كثيرا ولضحكتم قليلا ولو علمتم ما أعلم لسجد أحدكم حتى ينقطع صلبه ولصرخ حتى ينقطع صوته ابكوا إلى الله فإن لم تستطيعوا أن تبكوا فتباكوا

Dari Abdillah bin Amr, ia berkata: "Rasulullah bersabda: sekiranya kamu mengetahui apa yang aku ketahui pasti kamu banyak menangis dan jarang tertawa, sekiranya kamu mengetahui apa yang kuketahui pasti ada diantara kamu yang bersujud hingga patah tulang rusuknya, dan pasti berteriak menangis hingga habis suaranya. Menangislah kamu kepada Allah, apabila kamu tidak bisa menangis, maka usahakan sampai mampu"

Orang yang berilmu akan lebih banyak dan lebih mudah untuk menangis, karena dia mengetahui siapa dirinya dan dimana dia berada. Dan sebaliknya bila seseorang banyak tertawa dan jarang menangis, berarti dia kurang mengetahui hakikat dirinya di hadapan Allah, sehingga dia selalu merasa tenang tanpa ada rasa kekhawatiran kalau dirinya dekat dengan kemurkaan Allah, seakan-akan dia adalah orang yang sudah dijamin akan mendapat surga, dan selamat serta jauh dari bahaya neraka.

Tidak ada seorangpun yang mengetahui masa depan yang akan dihadapinya esok hari, apalagi hari-hari sesudah mati. Karena itu semakin dalam dan luas ilmu seseorang tentang Islam, maka akan semakin sering menangis. Bila kita susah menangisi dosa, berarti kita berada dalam kegelapan. Bila kita berada dalam kegelapan, bukan saja dosa kecil yang tidak terlihat akan tetapi dosa besar pun susah diketahui.

إِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَى عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا(107)وَيَقُولُونَ سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنْ كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُولًا وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا

"Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, dan mereka berkata: ‘Maha suci Tuhan kami’, pasti dipenuhi dan mereka meniarap atas dahinya serta menangis, dan (Al Qur’an) menambah khusyu’ mereka"

Jadi menangis yang bernilai ibadah, adalah menangis yang melibatkan semua unsur manusia yaitu akal pikiran yang diisi dengan ilmu, qalbu yang diisi dengan keimanan, dan seluruh anggota badan termasuk kepala dengan sujudnya, lisan dengan membaca istighfar, tasbih, tahmid dan ungkapan dzikir lainnya. Tetesan air mata kita yang membanjiri wajah hingga membasahi tempat sujud, akan menjadi saksi kita nanti di akhirat.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ثلاثة أعين لا تحرقهم النار أبدا عين بكت من خشية الله وعيين سهرت بكتاب الله وعين حرست في سبيل الله عز وجل

Rasulullah SAW bersabda: "Tiga mata yang tidak akan terbakar api neraka untuk selamanya: mata yang menangis karena takut kepada Allah, mata yang terjaga di malam hari karena membaca kitab Allah, dan mata berjaga-jaga membela agama Allah"

Demikianlah penjelasan tentang menangis yang bernilai ibadah. Semoga informasi ini menambah keimanan kita untuk mematuhi perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, dan sabar terhadap semua takdir-Nya.


Subscribe to receive free email updates:

loading...

0 Response to "Menangis Itu Ibadah, Benarkah?"

Poskan Komentar