Penyebab dan Cara Mengatasi Pubertas Dini Pada Anak


Pubertas atau puber merupakan masa transisi antara masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Ini adalah proses tubuh yang normal manakala memang terjadi sesuai pada waktunya.

Pubertas dikatakan normal bila tanda awal pubertas pada anak perempuan pada usia 8-13 tahun dan pada anak laki-laki pada usia 9-14 tahun. Perempuan yang kurang dari 8 tahun atau laki-laki kurang dari 9 tahun sudah puber, maka hal itu bisa dikatakan pubertas dini.

Pubertas dini saat ini menjadi fenomena, karena kian marak dan sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Anak SD atau SMP yang sikapnya genit dan ingin tampil seksi, Anak SD yang sudah pacaran, anak SD atau SMP yang sudah mengenal hubungan suami istri, berita pelecehan seksual yang dilakukan anak SD atau SMP, dan masih banyak lagi.

Seorang anak perempuan dikatakan sudah puber, bila mulai mengalami pembesaran payudara. Sedangkan pada laki-laki, tanda awal pubertas ditandai dengan pembesaran testis, bukan berdasarkan mimpi basah.

Penyebab dan Cara Mengatasi Pubertas Dini Pada Anak

Pubertas dini tergantung dari berbagai faktor seperti ras, genetik, penyakit tertentu, sosial ekonomi, gaya hidup, makanan, dan obat-obatan. Seorang anak yang terbiasa mengkonsumsi junk food atau memakan makanan yang banyak mengandung hormon pertumbuhan, seperti yang sering dijumpai pada ayam hasil suntikan beresiko besar mengalami pubertas dini.

Faktor utama yang memicu pubertas dini anak-anak, terjadi akibat seringnya seorang anak menonton adegan yang berbau pornografi seksual, tanpa ada yang mendampingi dan membimbingnya. Tontonan sinetron yang berbau pacaran, erotisme, pornografi, serta film dewasa yang dibungkus dalam bentuk kartun, film anak yang dibumbui percintaan, game anak baik offline maupun online seperti GTA yang mempertontonkan adegan seksual pada anak, DVD porno, komik-komik bergambar pornografi, dan lain-lain, akan merangsang kematangan seksual pada anak.

Hal ini dimungkinkan, karena otak anak bagian atas terdiri dari dua bagian yang disebut belahan kiri dan belahan kanan. Belahan kiri itu untuk berpikir sains analisis, dan belahan kanan untuk berfikir fantasi atau imajinasi.

Pada masa anak-anak, umumnya yang lebih aktif dan berkembang pesat adalah otak bagian belahan kanan yang bersifat fantasi. Jadi sangat wajar, apabila tontonan yang memuat konten pornografi ditonton oleh anak usia dini, maka otak fantasinya akan membantu dan mendorong hormon seksualnya tumbuh lebih cepat dan lebih dini dari yang semestinya.

Selain kita sebagai orang tua yang harus memperhatikan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh anak kita, kita juga harus memantau informasi yang menerpa anak-anak kita. Dan apabila anak kita sudah mengalami pubertas dini, salah satu langkah perbaikan yang bisa kita lakukan, adalah dengan cara memberikan pendidikan seks terpadu, yaitu dengan cara mengimbangi informasi yang diterima anak, dengan mengajak anak untuk melihat dari sudut pandang saintifik.

Kita juga bisa membelikan buku biologi yang memuat gambar organ-organ tubuh manusia, hewan dan tumbuhan. Dengan demikian, otak belahan kiri anak akan mengimbangi fantasi dan imaginasi yang selama ini mendominasi perkembangan anak.

Untuk mencegah terjadi pubertas dini pada anak, selain mengawasi setiap perkembangan anak, ada baiknya kita juga menyediakan sarana informasi dan rekreasi yang aman bagi anak-anak dengan menyediakan tontonan-tontonan yang sehat.

Nah, itu tadi Penyebab dan Cara Mengatasi Pubertas Dini Pada Anak. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita para orang tua, untuk melindungi anak dari pubertas dini, dan anak kita mengalami puber pada usia yang sewajarnya.

Subscribe to receive free email updates:

loading...

0 Response to "Penyebab dan Cara Mengatasi Pubertas Dini Pada Anak"

Poskan Komentar