Penangkapan ikan secara Tradisionil di Desa Asemdoyong

Desa Asemdoyong adalah merupakan desa pinggiran pantai utara di Kabupaten Pemalang Jawa Tengah yang lebih terkenal dengan sebutan sekarang Pantura, karena memang letaknya di jalan raya Pantai utara. .Mayoritas Penduduknya bekerja sebagai Nelayan walaupun ada yang petani, pedagang, pegawai dan wirausaha serta yang lainnya tapi sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai nelayan. dan kebanyakan nelayan di desa Asemdoyong awalnya dalam menangkap ikan itu dengan peralatan secara Tradisional.

Masyarakat Nelayan desa Asemdoyong awalnya dengan perahu kayu dan jaring atau alat tangkap yang sederhana tiap harinya menangkap ikan di laut dengan alat tangkap yang memang tergolong tradisionil tapi mereka bekerja berangkat mulai dari habis subuh sampe dluhur kadang sore untuk menangkap ikan di laut demi mencukupi kebutuhan keluarganya.

Penangkapan ikan secara Tradisionil di Desa Asemdoyong

Setelah pulang hasil tangkapanya dijual di Pasar ikan desa Asemdoyong yang di sebut TPI atau Tempat Pelelangan Ikan. Di TPI itu para pembeli ikan yang biasa disebut Plele membeli ikan lewat pelelangan ikan tadi dan cara membayarnya juga lewat TPI dan kemudian TPI  baru memberikan uangnya kepada si Nelayan.

Kemudian uang dari hasil penjualan ikan tadi oleh Jurumudi bahasa tradisinalnya dan bahasa modernya nahkoda setelah di potong raman atau perbelanjaan perbekalan ke laut  hasilya di bagi dua, yang separo atau setengah buat Juragannya atau pemilik perahu atau kapal dan yang separonya dibagi pendega atau abk yang di ketuai oleh Jurumudi tadi atau nahkoda.

Begitulah kehidupan masyarakat Nelayan desa Asemdoyong dengan alat tradisionil menangkap ikan tiap harinya kelaut untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.
Sebagi salah satu putra asli desa Asemdoyong maka setelah akhir Sekolah di SMA maka tidak ada salahnya untuk melengkapi kelulusan aku menyusun Karya Tulis dengan judul Penangkapan Ikan secara Tradisionil di Desa Asemdoyong.

Karya tulis yang saya buat sangat disetujui oleh Pembimbing bahkan dengan nilai yang sangat memuaskan karena sebagai putra asli desa Asemdoyong yang mayoritas masyarakatnya nelayan dengan alat tangkap apa adanya atau tradisionil tapi lama kelamaan desa itu menjadi maju bahkan sekarang terbilang desa Asemdoyong termasuk desa yang masyarakatnya bisa dibilang kehidupanya lebih mapan dibandingkan dengan desa yang lainnya.

Lama kelamaan semakin bertambahnya waktu desa lain pada iri dan mengikuti jejak masyarakat desa Asemdoyong bahkan dari luar kotapun ada yang ikutan menjadi Nelayan untuk mencari ikan walaupun secara tradisionil di desa kami. Sejalan dengan perjalanan waktu alat tangkap ikanpun mulai berangsur baik dan perhatian dari Pemda setempatpun mulai ada sehingga masyarakat Nelayan desa Asemdoyong kehidupanya semakin berubah dan membaik dari segi perekonomiannya.

Demikian sekilas gambaran masyarakat Nelayan desa Asemdoyong Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang walaupun dengan alat penangkapan ikan secara tradisionil mereka bisa mampu menghidupi keluarganya bahkan bisa menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi yang awalnya maklum masyarakat desa Asemdoyong hanya SD bahkan kadang tidak sampe lulus atau hanya lulus SD terus yang perempuan pada nikah dini dan yang laki-lakinya menjadi Nelayan, sekarang hampir rata-rata bisa kesekolah lanjutan yang lebih tinggi bahkan sudah banyak yang kuliah berkat giat dan rajinnya menangkap ikan walaupun dengan peralatan tradisionil atau seadanya tadi.

Subscribe to receive free email updates:

loading...

0 Response to "Penangkapan ikan secara Tradisionil di Desa Asemdoyong"

Posting Komentar